PB.Djarum Awali Audisi 2019 di Bandung

Selasa, 30 Juli 2019 07:59:46

 

Majalahbulutangkis.com- Ajang pencarian bakat yang diselenggarakan oleh PB.Djarum kembali digelar di tahun 2019 ini. Kota Kembang Bandung menjadi tujuan pertama yang didatangi oleh tim para pencari bakat PB.Djarum yang diadakan di GOR KONI, Bandung, mulai Minggu (28/7) hingga Selasa (30/7).

Ini adalah pertama kali PB.Djarum menggelar audisi di Bandung. Responnya ternyata luar biasa. Sebanyak 705 peserta ikut bersaing untuk memperebutkan tiket ke babak grand final yang akan digelar di GOR Jati, Kudus, 20-22 November 2019 mendatang.

Pencarian bakat diketuai legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata bersama timnya Fung Permadi, Lius Pongoh, Denny Kantono, Yuni Kartika, Sigit Budiarto, Hastomo Arbi, Liliyana Natsir, Engga Setiawan, Bandar Sigit Pamungkas.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini pencarian bakat hanya dilakukan di Pulau Jawa saja dan hanya berfokus pada dua kelompok usia. Yaitu U-11 (di bawah usia 11 tahun) dan U-13 (di bawah usia 13 tahun), baik putra dan putri. Mereka yang terpilih melalui proses seleksi ketat sejak tahap Audisi Umum hingga Final Audisi Umum di Kudus, akan mendapatkan beasiswa bulutangkis dari Djarum Foundation dan diasah kemampuannya di PB Djarum.

Fung Permadi, Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi mengungkapkan di Bandung saat jumpa pers di GOR KONI, Bandung, Sabtu (27/7), bahwa kota Bandung dan kabupaten-kabupaten lain di Jawa Barat memiliki sejarah panjang melahirkan pebulutangkis-pebulutangkis andalan Indonesia. Sejumlah legenda dan atlet PB Djarum pun berasal dari Jawa Barat, seperti Ivana Lie, Aryono Miranat, hingga Ihsan Maulana Mustofa. Selain itu, antusiasme dan gairah masyarakat Jawa Barat terhadap bulutangkis juga nyaris tak pernah padam.

“Secara historis, Jawa Barat selalu bisa melahirkan pemain-pemain yang berprestasi di level nasional maupun dunia. Kami ingin potensi-potensi itu kembali terlihat melalui Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Bandung. PB Djarum fokus untuk mencari atlet-atlet muda yang mampu menunjukkan mental dan karakter seorang juara,” tutur Fung Permadi.

Selain bakat istimewa dan teknik dasar yang mumpuni, menurut Fung, karakter juara adalah salah satu acuan para Pencari Bakat PB Djarum dalam memilih pemain yang akan diberi Super Tiket. Karakter juara ini akan terlihat saat pemain beraksi di lapangan. Salah satu indikatornya adalah punya daya juang yang tinggi dan enggan menyerah.

“Sementara kalau dari segi fisik, tahun ini kami akan mencari pemain yang gesit, itu poin utama,” ujarnya.

Fung menjelaskan, pada hari pertama seluruh peserta akan menjalani tahap screening. Ini merupakan tahapan seleksi melalui pengamatan langsung Tim Pencari Bakat PB Djarum. Para peserta akan saling bertanding sesuai kategori usia masing-masing dan diamati oleh Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Hari berikutnya, para peserta yang lolos screening akan masuk ke fase turnamen. Di sinilah para peserta akan bertarung dengan sistem gugur. Seluruh peserta kembali dipertandingkan sesuai kelompok usianya.

“Fase turnamen ini akan berlangsung hingga terakhir di hari Selasa. Para peserta yang mencapai semifinal di Bandung berhak meraih Super Tiket untuk melaju ke babak Final Audisi di Kudus,” ujarnya.

Sementara Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan berharap, lewat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis ini kembali lahir bintang baru dari PB Djarum, yang nantinya bisa mengharumkan nama bangsa dan menjadi legend yang selalu diingat prestasinya.

"PB Djarum tahun ini genap berusia 50 tahun. Di tahun ini pula Audisi Umum pun akan kembali digelar dibeberapa kota. Hal itu bertujuan untuk kembali mendapatkan atlet-atlet bertalenta yang nantinya bakal masuk PB Djarum dan dibina sebaik mungkin,'' tutur Budi.

''Saya berharap lewat Audisi Umum ini PB Djarum bisa kembali melahirkan bintang bulutangkis baru yang nantinya bisa mengharumkan nama bangsa, dan menjadi legenda yang selalu diingat prestasinya," ujar Budi. (Daryadi)

« Back to News