Musik Bantu Lakshya Sen Fokus Jelang Bertanding
Selasa, 26 Juli 2022 18:24:35
Majalahbulutangkis.com- Usianya baru 20 tahun, tapi ia telah membuktikan diri sebagai salah satu pebulutangkis muda paling potensial di sektor tunggal putra dunia. Sang pemain adalah Lakshya Sen.
Lakshya lahir di Almora, Uttarakhand, India, di keluarga yang memang menggeluti bulutangkis. Ayahnya, D.K. Sen adalah pelatih bulutangkis di India. Sedangkan, saudara laki-lakinya, Chirag Sen, juga berprofesi sebagai pebulutangkis.
Di kategori yunior, Lakshya telah merengkuh sejumlah prestasi prestisius, yakni medali emas nomor beregu campuran di Youth Olympic Games Buenos Aires 2018 dan medali emas Asian Yunior Championships Jakarta 2018 di nomor perorangan.
Pemain berpostur 1,79 meter ini juga menjadi bagian timnas India saat menoreh sejarah menjuarai Piala Thomas untuk pertama kali. India menjadi juara setelah mengalahkan Indonesia di final Piala Thomas 2022 di Bangkok, Thailand.
Di BWF World Tour, Lakshya menjadi juara di Dutch Open Super 100 pada 2019, SaarLorLux Open Super 100 pada 2019, dan India Open Super 500 pada 2022. Ia juga merebut medali perunggu BWF World Championships 2021 dan finalis All England Open Super 1000 pada 2022.
Menariknya, Lakshya mengaku rangkaian kesuksesannya itu tak lepas dari ritual rutin yang dilakukannya setiap kali ia akan turun berlaga. Pemain binaan klub Prakash Padukone Badminton Academy ini selalu mendengarkan musik yang memang menjadi salah satu hobinya. Lakshya menyebut musik membantunya untuk fokus saat bertanding.
"Saya sebagian besar mendengarkan lagu-lagu Hindi dan Punjabi sebelum pertandingan. Saya suka Arijit Singh dan saat ini saya mendengarkan lagu terbarunya 'kesariya' secara berulang-ulang," kata Lakshya dilansir dari laman The Bridge.
Dua hal lain yang diklaim Lakshya yang juga membantunya berkembang adalah terus belajar dari pengalaman dan disiplin.
"Saya tak terlalu memikirkan pertandingan yang lewat dan di bulutangkis, ada begitu banyak turnamen sehingga tak banyak waktu. Kita harus terus maju dan bersiap untuk turnamen berikutnya. Namun, saya belajar dari situ, bicara kepada pelatih dan menemukan suatu jawaban. Lain kali ketika saya melawan lawan yang sama, saya menonton partai-partai itu, dan menganalisis dan bersiap sesuai dengan hal itu," ungkap Lakshya.
"Saya telah memperbaiki disiplin mental saya dan berpikir saat pertandingan dan saya telah mengembangkan aspek tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Saya rasa bermain di level yang sangat tinggi telah memberikan kepercayaan diri kepada saya. Semua pengalaman tahun lalu membantu saya, tapi saya masih harus berusaha keras melakukan itu," imbuhnya.
(Indra)
Sumber foto: BWF
Komentar
-
Ben Jufri Senin, 04 Desember 2017 14:26:35