Trauma Tunggal Ketiga
Kamis, 10 Mei 2018 10:10:17
Piala Thomas lambang supremasi kejuaraan bulutangkis beregu putra tinggal selangkah lagi pulang ke tanah air saat ajang ini digelar di Kunshan, Tiongkok 2016 lalu.
Sayang, impian tim Merah Putih harus pupus usai kalah di laga final melawan tim Denmark dengan skor tipis 2-3. Ini adalah gelar pertama Denmark di pentas Piala Thomas. Laga antara kedua tim memang super tegang. Hingga empat laga pertama kedudukan imbang 2-2. Kubu Denmark merebut poin dari dua partai ganda, sedang Indonesia merebutnya dari dua nomor ganda.
Partai terakhir atau tunggal ketiga pun jadi penentu. Indonesia menurunkan Ihsan Maulana Mustofa, sedang Denmark menampilkan Hans Kristian Vittinghus. Secara kualitas bermain, kemampuan keduanya boleh dibilang setara. Tapi, kemampuan mengatasi ketegangan di lapangan ternyata Vittinghus jauh lebih matang. Ihsan yang disinyalir mengalami ketegangan luar biasa pun menyerah mudah 15-21, 7-21.
Kini, dua tahun berselang tantangan yang sama kembali datang. Kembali berbekal sebagai kampiun di Kejuaraan Beregu Asia, pasukan Merah Putih menatap optimis saat melangkahkan kaki di ajang Piala Thomas 2018 di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.
Nomor ganda putra tetap jadi jagoan untuk mendulang poin wajib, terutama ditopang oleh grafik penampilan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang kian membaik. Di tunggal putra dua posisi teratas nyaris tak tergoyahkan jadi milik Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
Lantas, siapa yang dipercaya sebagai tunggal ketiga?
Hingga saat tulisan ini diturunkan, PBSI memang masih mengantungi empat nominator, dua pemain dari dalam Pelatnas masing-masing Ihsan Maulana Mustofa dan Firman Abdul Kholik serta dua dari luar Pelatnas yakni Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro.
Tentu bukan perkara mudah untuk menentukan pilihan. Jika keempat pemain tersebut mampu bersaing ketat karena memiliki prestasi yang hebat dalam kurun empat bulan belakangan, tentu, tak sulit untuk memilihnya. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya. Grafik prestasi keempat pemain tersebut justru membuat siapa pun ketar-ketir. Ibarat harus memilih yang terbaik di antara yang buruk, tapi keputusan tetap harus diambil dengan segala risiko dan pertimbangan.
Ironisnya, di posisi tunggal ketiga ini tim-tim pesaing justru seperti sudah menyiapkan pemain andal yang bakal jadi kartu truf. Di kubu Jepang, tunggal ketiga bakal ditempati Kento Momota, tim Denmark memiliki Jan O Jorgensen, serta tim Tiongkok bakal mengandalkan Lin Dan.
Dalam situasi seperti ini maka tak ada pilihan lain bagi tim Indonesia, sedapat mungkin harus mampu menang lebih dulu 3-0 atau minimal 3-1.
Komentar
-
supriyono Rabu, 11 April 2018 18:55:56 -
Ben Jufri Senin, 04 Desember 2017 14:29:07