Mundurnya Lee Zii Jia dari Commonwealth Games 2022 Bikin Heboh Malaysia
Sabtu, 25 Juni 2022 19:20:15

Majalahbulutangkis.com- Lee Zii Jia sudah resmi menyatakan dirinya menarik diri dari Commonwealth Games 2022 yang dihelat di Birmingham, Inggris, 22-28 Agustus. Namun, khusus cabang olahraga (cabor) bulutangkis baru akan diselenggarakan di National Exhibition Centre, West Midlands, 29 Juli-8 Agustus.
Artinya, ini hanya berjarak tak sampai tiga pekan dari akhir dua turnamen di Malaysia, yakni Malaysia Open Super 750 (28 Juni-3 Juli) dan Malaysia Masters Super 500 (5-10 Juli). Lee Zii Jia dipastikan tak akan bermain di Singapore Open Super 500 pada 12-17 Juli.
Dalam sebuah program televisi di Malaysia, Rabu (22/6), peringkat 5 dunia itu menegaskan ingin fokus mempersiapkan dirinya ke Kejuaraan Dunia di Tokyo, Jepang, 21-28 Agustus. Ini berarti, Lee Zii Jia masih punya waktu enam pekan untuk rehat setelah penampilannya di Malaysia Masters.
"Saya telah memutuskan tak bermain di Commonwealth Games, dan ini sebuah keputusan sulit yang saya buat setelah berbicara dengan tim saya. Saya telah bermain non-stop dan harus menjaga kondisi tubuh saya. Saya ingin berada di kondisi terbaik saya untuk Kejuaraan Dunia," kata Lee Zii Jia di Astro Arena.
Lee Zii Jia menyatakan hal itu beberapa jam setelah pelatihnya, Indra Wijaya, diwawancara oleh stasiun televisi yang sama. Indra mengaku puas dengan performa anak asuhnya di Indonesia Masters dan Indonesia Open 2022 meski masih mengalami cedera ringan di bagian pinggangnya.
Cedera ini didapat Lee Zii Jia saat berlaga di Thailand Open, yang dihelat sebelum dua turnamen di Indonesia. Namun, kendati tak secara gamblang, Indra mengisyaratkan Lee Zii Jia memang akan melewatkan Commonwealth Games. Ini kemudian dipertegas sendiri oleh Lee Zii Jia.
Absennya pemain berusia 24 tahun itu kontan membuat heboh publik bulutangkis 'Negeri Jiran'. Ada yang pro, ada juga yang kontra. Mereka yang pro sepakat bahwa Lee harus rehat demi tampil maksimal di Kejuaraan Dunia. Sebagai pemain yang kini berstatus profesional, Lee Zii Jia berhak menentukan sendiri turnamen-turnamen yang ingin diikutinya.
Terlebih, belum satu pemain Malaysia pun yang berhasil menjadi juara dunia, termasuk legenda tunggal putra mereka, Lee Chong Wei. Masuk akal, bila Lee Chong Wei pun menyebut tak ada salahnya Lee Zii Jia fokus ke Kejuaraan Dunia dan mengabaikan Commonwealth Games.
"Lee Zii Jia adalah pemain profesional ... ini sepenuhnya terserah kepada nya untuk membela negara atau tidak. Ia tak terikat pada tugas kenegaraan apa pun," sebut Lee Chong Wei dikutip dari New Straits Times, Kamis (23/6).
Meski demikian, dulu saat masih menjadi bagian timnas bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei menegaskan selalu serius memandang Commonwealth Games. Baginya, ajang multi-event negara-negara persemakmuran Inggris ini berada di antara Olimpiade dan Asian Games.
Keseriusan Lee Chong Wei bisa dilihat dari lima medali emas dan tiga medali perak yang diraihnya dalam tiga kekutsertaannya di Commonwealth Games. Ia meraih medali emas nomor perorangan tunggal putra di Melbourne 2016, New Delhi 2010, dan Gold Coast 2018. Ia juga mempersembahkan medali emas di nomor beregu campuran pada 2006 dan 2010. Lee Chong Wei hanya absen dari Glasgow 2014 akibat cedera paha.
"Sebagai seorang pemain timnas, saya wajib mewakili negara di ajang-ajang multi-sport penting, sebuah tugas yang saya dengan bangga penuhi. Olimpiade akan selalu menjadi prioritas teratas, diikuti Commonwealth dan Asian Games. Saya pribadi melihat Commonwealth sebagai sebuah ajang yang sangat prestisius karena ini diadakan satu kali tiap empat tahun. Sebuah kehormatan besar bisa meraih emas yang menambah perolehan medali Malaysia," ungkap Lee Chong Wei.
Mereka yang kontra pada keputusan Lee Zii Jia berdalih sang pemain tak nasionalis. Mereka menilai tanpa juara Badminton Asia Championships (BAC) dan Thailand Open Super 500 2022 itu, peluang Malaysia mencapai target dua medali emas di cabor bulutangkis Commonwealth Games 2022 terasa mustahil.
Federasi Bulutangkis Malaysia (BAM) dan Komite Olimpiade Malaysia (OCM) awalnya menargetkan satu medali emas dari tunggal putra lewat Lee Zii Jia dan satu lagi dari nomor ganda putra, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Keputusan tak populer Lee Zii Jia kini memaksa Malaysia merevisi target. Ini dipertegas oleh deputy chef of de mission (CDM) kontingen Malaysia untuk Commonwealth Games 2022, Gerard Monteiro.
"Kita semua sangat terkejut. Saya tak bisa bicara atas nama OCM dan BAM, tapi apa yang bisa saya katakan adalah sebagai seorang pejabat yang berwenang di kontingen ini bahwa saya kecewa," kata Gerard.
"Kita jelas berharap pada Lee Zii Jia untuk meraih sebuah medali. Catat ini bahwa Kejuaraan Dunia sudah dekat, tapi ada jarak dua pekan di antara keduanya (dengan Commonwealth Games), jadi ini agak mengecewakan di pihak kami bahwa ia telah memilih jalur ini.
"Saya telah meminta sekretariat kembali ke dewan dan melihat ulang target. Meski begitu, baik (direktur pelatih tunggal Wong) Choong Hann maupun Rexy (Mainaky, direktur pelatih ganda) sangat yakin bahwa akan ada pemain-pemain lain yang akan muncul dan menjadi pahlawan. Kita akan berusaha memenuhi atau bahkan melebihi target tersebut."
Di tunggal putra, Ng Tze Yong, yang berperingkat 48 dunia, telah ditunjuk sebagai pengganti Lee Zii Jia untuk menjadi andalan utama tim bulutangkis Malaysia. Namun, pemain berusia 22 tahun ini disangsikan bisa bersaing dengan tunggal-tunggal top di Commonwealth Games 2022 nanti macam Loh Kean Yew dari Singapura dan Lakshya Sen dari India.
Di sektor ganda putra, Aaron/Soh masih jadi tumpuan. Untuk sektor ganda putri dan ganda campuran adalah Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dan Chan Peng Soon/Cheah Yee See. Dengan skuad ini pun, Malaysia belum tentu bisa merebut kembali medali emas nomor beregu campuran yang pada 2018 direbuth tim India. Di tiga edisi sebelumnya, tim Malaysia selalu meraih medali emas.
(Indra)
Sumber foto: BWF
Baca Juga
- Japan Open 2018: Duet Belanda Paksa Kevin/Marcus Kerja Keras
- Indonesia Sisakan Enam Wakil Di 8 Besar Indonesia Open
- Malaysia Open 2022: Apriyani/Siti Fadia Koleksi Gelar Perdana BWF World Tour
- China Open 2018: Revans Lawan Chou Tien Chen, Anthony Ke Final
- Dua Ganda Putra Indonesia Bertahan Ke Babak Empat Besar