Djarum Badminton All Stars Hibur Masyarakat Mataram

Senin, 12 Febuari 2018 14:10:22

 

Majalahbulutangkis.com- Ada pemandangan yang berbeda selama dua hari, Jumat dan Sabtu (8-9 Feb) lalu di GOR 17 Desember Turide di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Gedung olahraga berkapasitas tak lebih dari 3.000 penonton yang biasanya hening karena sepi aktivitas, selama akhir pekan lalu itu berubah meriah oleh masyarakat Mataram yang berbondong-bondong ingin menyaksikan secara langsung bintang-bintang bulutangkis terkenal Indonesia.
Selama dua hari itu Bakti Olahraga Djarum Foundation memang menggelar acara spesial bertajuk Djarum Badminton All Stars 2018.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) untuk terus mengobarkan api semangat bermain bulutangkis di seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu sebanyak 14 pemain binaan PB.Djarum, baik yang masih aktif bermain serta yang telah pensiun dilibatkan dalam kegiatan ini. Para pemain tersebut masing-masing Eddy Hartono, Hariyanto Arbi, Trikus Harjanto, Sigit Budiarto, Lius Pongoh, Meilina Djauhari, Berry Angriawan, Rinov Rivaldy, Rehan Naufal Kusharjanto, serta Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Pada hari pertama Jumat (8/2), kegiatan diisi dengan coaching clinic yang diikuti oleh para pelatih bulutangkis di kota Mataram khususnya serta Pulau Lombok umumnya.
Menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam pembinaan bulutangkis yang diutamakan adalah pelatihan bagi para pelatih.
"Karena para pelatih inilah yang akan memberikan arahan kepada anak didiknya kelak. Jika mereka keliru dalam melatih maka sulit untuk mendapatkan pemain yang andal," jelas Yoppy.
Tak hanya mendapatkan tambahan ilmu dari sisi teknik bermain bulutangkis yang benar, para pelatih juga mendapatkan pencerahkan dalam hal pelatihan fisik yang meliputi teknik pemanasan sebelum berlatih serta pendinginan setelah berlatih. Khusus pelatihan fisik dibantu oleh pelatih fisik PB.Djarum, Renny Adhianingrum. Proses pelatih dilakukan di dalam kelas serta praktek di lapangan.
Di hari kedua giliran para pemain muda dari klub-klub bulutangkis dari seluruh NTB yang mendapatkan kesempatan mengikuti coaching clinic. Sebanyak 250 pemain berusia 11 tahun, 13 tahun, serta 15 tahun ke bawah, mendapat arahan langsung dari para bintang bulutangkis PB.Djarum.
Menurut Ketua Pengprov PBSI NTB, Junaidin Yasman, coaching clinic yang melibatkan para pemain-pemain top Indonesia memang merupakan kesempatan yang langka dan baru pertama kali diselenggarakan di Mataram.
"Meskipun hanya berlangsung singkat namun para pelatih serta pemain-pemain sedidaknya sudah mendapatkan tambahan ilmu dalam hal melatih serta bermain bulutangkis yang benar," jelas Junaidin.
Di ujung acara yang menjadi agenda yang dinanti-nanti adalah pertandingan eksibisi yang juga melibatkan pemain-pemain lokal binaan PBSI NTB. Eksibisi yang diselingi atraksi-atraksi menarik oleh para legenda bulutangkis PB.Djarum ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Mataram. Tepuk tangan riuh menyelingi penampilan peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.
Kegiatan Djarum Badminton All Stars 2018 ini sebetulnya bukan yang baru dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Ini adalah agenda rutin yang sudah dilakukan sejak enam lalu. Sebelumnya event ini seperti digelar di Purwokerto, Manado, Palembang, Makassar, Malang, serta Cilegon.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi sosialisasi bagi sosialisasi kegiatan Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum yang akan dimulai bulan depan dengan menyambangi delapan kota di Indonesia, masing-masing di Pekanbaru, Riau (24-26 Maret), Balikpapan, Kaltim (5-7 Mei), Manado, Sulut (21-23 Juli), Purwokerto, Jateng (21-23 Juli), Surabaya, Jatim (4-6 Agustus), Cirebon, Jabar (4-6 Agustus), Karanganyar, Jateng (4-6 September), Kudus (7-9 September). (Daryadi)