[BAC 2022] Stephanie dan Komang Mulus Lewati Kualifikasi

Selasa, 26 April 2022 14:27:30

 

Majalahbulutangkis.com- Sektor tunggal putri Indonesia mendapat tambahan dua wakil di babak utama Badminton Asia Championships (BAC) 2022. Ini terjadi setelah dua wakil 'Merah Putih' dengan mulus melewati babak kualifikasi grup. 

Bermain di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Filipina, Selasa (26/4), dua tunggal putri 'Merah Putih' berusia 19 tahun, Stephanie Widjaja dan Komang Ayu Cahya Dewi, mampu menjadi juara di grup masing-masing. 

Tergabung di Grup B, Stephanie menggebuk dua lawannya. Fathimath Nabaaha Abdul Razzaq jadi korban pertama Stephanie. Pemain dari Maladewa ini dihajar Stephanie dengan 'poin Afrika' 4-21, 8-21. Korban kedua Stephanie adalah Janelle Ann Andreas. Utusan tuan rumah ini dibekuk Stephanie 10-21, 8-21. 

Di Grup D, Komang harus sedikit bekerja lebih keras. Ia dipaksa bermain panjang oleh wakil tuan rumah, Mikaela Joy De Guzman, sebelum menang 25-23, 21-8. Kemudian wakil Malaysia, Myisha Mohd. Khairul, harus mengakui kehebatan Komang 18-21, 9-21. 

Stephanie dan Komang bergabung dengan Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani di babak utama. Babak I atau 32 besar akan dipertandingkan pada Rabu (27/4). 

Mirisnya, Stephanie mendapat lawan paling berat dibandingkan ketiga koleganya. Pemain kelahiran Jakarta ini langsung dipertemukan lawan super berat, yakni An Se Young. 

Unggulan kedua dari Korea Selatan berusia 20 tahun ini berada di peringkat 4 dunia. Bandingkan dengan Stephanie yang menghuni peringkat 285 dunia. Telah terjadi tiga pertemuan di antara kedua pemain. Ketiganya terjadi pada 2016 dan dimenangkan oleh An Se Young. 

Dengan pengalamannya itu, Stephanie mengklaim sudah punya cara untuk meredam si bocah ajaib dari 'Negeri Ginseng'. 

"An Se Young kan mainnya rapi dan tak gampang dimatikan. Jadi, besok saya harus sabar dan tak boleh banyak membuat kesalahan sendiri. Berusaha untuk main lepas saja dan ini kesempatan saya buat melawan pemain top," kata Stephanie dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI. 

Terlebih Stephanie bisa dikatakan satu langkah di depan An Se Young. Itu karena ia sudah mencicipi atmosfer dan kondisi lapangan saat main di kualifikasi. Poin negatifnya Stephanie masih cenderung ragu-ragu membuat keputusan di pertandingan. 

"Ada untungnya saya main dulu di kualifikasi. Jadi saya bisa sambil adaptasi dengan situasi lapangannya. Kendalanya masih ada ragu-ragu tadi pas main. Belum berani banyak mengontrol lawan karena angin di lapangannya kencat banget. Jadi, yang penting masuk dulu saja bolanya," ungkapnya.  

Komang mencoba peruntungan saat melawan Han Yue dari Tiongkok. Dari rekor pertemuan, Komang yang berada di posisi 317 belum pernah bentrok peringkat 24 dunia tersebut. 

Komang tak menampik dirinya belum sepenuhnya siap. Ini yang membuatnya sempat kesulitan di kualifikasi. 

"Kondisi lapangan yang berangin ditambah bertanding dua kali dengan interval yang pendek memang harus siap capek. Dan, harus banyak berpikir bagaimana menerapkan strategi yang tepat," ujar pemain kelahiran Denpasar, Bali, itu.

"Dalam dua pertandingan ini, pada game pertama lawan mungkin sudah langsung menemukan feel mainnya, sementara saya masih cari-cari. Di game kedua saya coba lebih tenang saja. Senang bisa lolos dari kualifikasi," imbuhnya. 

Putri KW juga bertemu lawan yang berperingkat dunia jauh di atasnya. Pemain berusia 19 tahun ini dipertemukan wakil Korea Selatan Kim Ga Eun yang menempati peringkat 18 dunia. Belum ada sejarah pertemuan di antara mereka. 

Hanya Gregoria yang mendapatkan lawan dengan peringkat dunia berada di bawahnya, tapi itu pun tak terlalu jauh. Pemain Tiongkok, Zhang Yi Man, yang menjajal kehebatan Grego memiliki peringkat 35 dunia. Pemain Indonesia berusia 23 tahun berperingkat 29 dunia ini masih memimpin 1-0 dalam rekor pertemuan.

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI