[All England 2022] Fikri Anggap Gelar Juara Cuma Rezeki
Senin, 21 Maret 2022 07:49:07

Majalahbulutangkis.com- Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri mencatatkan sejarah pribadi di All England 2022. Mereka menjadi juara ganda putra pada debut mereka di turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia tersebut.
Tentu, torehan prestasi membanggakan ini tak didapat secara instan. Butuh kerja keras dan pengorbanan besar sebelum BaKri mencapai titik ini.
Bagas/Fikri memang tak percaya mereka bisa menjadi juara. Apalagi, mereka menghadapi banyak ganda-ganda hebat dunia. Tiga di antaranya bahkan menjadi tiga unggulan teratas di All England 2022: Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang/3) di perempat final, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia/1) di semifinal, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia/2) di final.
Momen mengalahkan Takuro/Yugo dan Marcus/Kevin jelas terasa lebih spesial. Pasalnya, Takuro/Yugo adalah juara dunia 2021 dan Marcus/Kevin merupakan peringkat 1 dunia ganda putra yang sudah bertahan selama 5 tahun beruntun, tepatnya sejak 27 September 2017 hingga 15 Maret 2022.
"Gelar ini kami persembahkan untuk Indonesia, PBSI, pelatih, keluarga dan orang-orang tersayang yang selalu dukung selama ini," ucap Fikri dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
Kendati begitu, keberhasilan BaKri ini juga menyisakan catatan. Tiga dari lima lawan mereka adalah rekan senegara. Di samping Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra, BaKri juga bertemu Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di babak I atau 32 besar.
Lantaran sama-sama penghuni dan 'murid' di Pelatnas Cipayung, BaKri sudah pasti sangat mengenal gaya main tiga rekan tanding mereka tersebut. Ini jelas menguntungkan.
Kecuali dengan Marcus/Kevin, BaKri relatif menang mudah atas Pramudya/Yeremia (21-18, 21-19/38 menit) dan Ahsan/Hendra (21-19, 21-13/37 menit). Kontra The Minions, BaKri dipaksa bermain rubber game, 22-20, 13-21, 21-16 selama 58 menit.
Hal yang sama dialami BaKri saat berhadapan dengan Takuro/Yugo (16-21, 21-16, 22-20/60 menit) dan unggulan 8 dari Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (24-22, 13-21, 21-17/55 menit) di babak II.
Ini mengindikasikan BaKri masih kerap kesulitan menghadapi lawan-lawan dari luar Pelatnas atau yang berperingkat dunia di atas mereka.
Wajar, Fikri menganggap gelar juara di All England 2022 sekadar bonus dan sudah menjadi rezeki mereka. Dengan kata lain, andai bukan rezeki yang sudah ditakdirkan menjadi milik mereka belum tentu mereka mendapatkan tiga lawan dari sesama 'murid' Pelatnas Cipayung.
"Pencapaian di final buat saya sudah luar biasa, mungkin kemenangan hari ini (final) hanya bonus dan rezeki saja," kata Fikri.
BaKri tak bisa berlama-lama larut dalam euforia juara All England 2022. Mereka telah ditunggu dua turnamen di depan, yakni Swiss Open Super 300 (22-27 Maret) dan Korea Open Super 500 (5-10 April).
Di Swiss Open, BaKri bentrok ganda India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di babak 32 besar. BaKri belum pernah bersua peringkat 8 dunia dan juara India Open 2022 tersebut.
Di Korea Open, juara Hyderabad Open 2019 itu bertemu ganda tuan rumah Ko Sung Hyun/Shin Baekcheol di babak I. BaKri kalah dalam satu-satunya pertemuan dengan juara French Open 2021 tersebut. Itu terjadi di Vietnam Open 2018. Ko/Shin merupakan salah satu lawan sulit bagi The Minions. Skor pertemuan mereka sama kuat 2-2.
(Indra)
Sumber foto: Badminton Photo